Sunday, April 6, 2014

Bumil Backpack part 1

" Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (Luqman : 14)


Lemah yang Bertambah-tambah

Alloh sudah menggambarkan dalam firman-Nya tentang kondisi wanita yang sedang mengandung (baca:bumil) bukan hanya lemah,
tetapi diperjelas lagi dengan lanjutan 'yang bertambah-tambah'.
Sampai detik sebelum saya hamil,
saya masih belum terbayang gamblang perjuangan seorang ibu dari mulai hamidun
sampai melahirkan.
he..
Setelah mengalami sendiri,
Owww.. dahsyat !
baru di tri semester awal saja saya sudah taubatan nasuha
harus sungkem sama ibu saya terutama, hihi..
begini ternyata rasanya hamidun..
"Kebangetan dah kalo ada anak yang ga sayang sama ibunya, kebangetan juga kalo ada suami ga sayang sama istrinya.."
v(^_^)

Alhamdulillah,
dibandingkan dengan rekan bumil lainnya,
saya termasuk yang minim gejolak bumil di semester awal yang katanya bakal mual-mual parah, lemes, lunglai, letoy, dkk
mulai mual kalau lapar saja
hawanya pingin makan, makan, dan makan lagi..
trus tidur, tidur, dan tidur lagi.
Orang bilang hamidun tipe saya ini namanya hamil KEBO (???)

Aktivitas masih berjalan seperti biasanya,
masih bisa masak, cuci-cuci, beberes, jalan kesana kemari, naik turun tangga..
hamdalah.
Saking kerasanya biasa aja,
jadi masih suka pecicilan..
akibatnya ?
baby di perut pun waktu ditengok USG ikutan pecicilan juga
haha..
bergerak kesana kemari,
jungkir balik..
lincah.

Long Trip

Melihat track record kondisi kehamilan saya yang baik-baik saja
pekan lalu saya beranikan diri mengajak baby travelling
mulai dari pulang kampung
7 jam perjalanan darat
dengan supir yang aduhai ga tahan jalan lambat
ajrug-ajrugan,
heu.. sempat khawatir
lepas pulang kampung,
periksa ke dokter alhamdulillah everything is okay..
hamdalah.
Lanjut trip berikutnya,
PP 021-022..
Terus,
terakhir flight ke tempat Upin Ipin.

Prepare Isi Tas Backpack Bumil


Bepergian di tri semester awal kehamilan banyak yang bilang rawan
karena masih dalam fase pembentukan organ
ditambah kondisi bumil yang biasanya masih 4L
Oleh karena itu,
sebelum bepergian harus disiapin dulu nih..
1. Bumil yakin kondisi badan fit
2. Bawa obat penguat rahim (cygest), vitamin (asam folat), dan obat tertentu lainnya
3. Bekal minum dan makan
4. Keresek buat kalo muntah-muntah di jalan, he..
5. Buku konsultasi kehamilan
6. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan kondisi kehamilan kita baik (untuk yg bepergian by plane )
7. Pake korset hamil atau stagen
Untuk barang-barang lainnya standar backpack lah ya,
macam tiket, paspor, dompet+duitnya, mukena, payung, kamera (wajib !), hp, charger, baju, peta/guide book, dll.
Persiapan beres, tinggal pelaksanaan aja nih..
pas hari H pergi banyak-banyak lah berdo'a
Apalagi, kemarin masih heboh-hebohnya berita MH370
ketambah efek nonton film Non-Stop tentang pembajakan pesawat
Waaah,
kebayang parnonya..

alhamdulillah perjalanan lancar
bumil dan baby juga *masih* sehat
sampai akhirnya..

-- to be continue --
 

Monday, March 17, 2014

Orangtuaku, Tempat Curhatku



 http://cdn.memegenerator.net/instances/44606121.jpg

“Saya menyangka sudah menjadi ibu yang baik bagi anak-anak saya. Pada saat makan malam, kami selalu berkumpul untuk makan dan mengobrol. Kami bergantian bercerita. Namun, ternyata selama ini saya tidak benar-benar mendengarkan mereka. Pada saat mereka berbicara, pikiran saya berkelana tentang pekerjaan yang harus saya selesaikan setelah anak-anak tidur. Saya mungkin mengomentari kata-kata mereka, tapi umumnya komentar standar seperti, “Oh, ya ?” atau “Lalu bagaimana ?”. Anak-anak semakin pandai melihat bahwa saya tidak hadir sepenuhnya. Si sulung menyadarkan saya dengan kata-katanya, “Aku bilang namanya Risa, Bunda. Bukan Tina. Kok, Bunda menyebut Tina lagi Tina lagi. Siapa, Tina ? Oh, aku ingat. Itu kan, Tante Tina, teman kantor Bunda. Iya kan ?” (Ibu dua orang anak)


Telinga adalah indra yang selalu aktif, bahkan pada saat kita tidur telinga tidak berhenti mendengar. Jika kita tidak mendengar lagi bunyi detik jam dinding atau orkestra jangkrik di luar, bukan berarti jam dinding/jangkrik itu berhenti berbunyi. Tetapi, telinga kita sudah terbiasa dengan bunyinya dan otak kita memutuskan untuk mengabaikannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa telinga kita sesungguhnya mengirimkan sinyal-sinyal bunyi ke dalam otak. Tetapi, otak kita bisa memilih mana yang perlu didengarkan dan mana yang harus diabaikan. Dalam kasus ibu dua orang anak itu, secara sadar atau tidak, ibu memilih mendengarkan pikiran-pikirannya sendiri dan meletakkan suara anak-anak di latar belakang.


Menganyam Kedekatan Terlebih Dahulu

                Sesibuk apapun orangtua, sediakanlah waktu bersama anak minimal setengah jam sehari. Bersama anak tidak sama dengan di dekat anak. Banyak orangtua hadir 24 jam sehari di dekat anak, tetapi tidak bersama anak barang 5 menit pun. Bersama anak berarti benar-benar berdua dengan Sang anak, tidak bertiga dengan HP, TV atau kompor; tidak berempat dengan komputer dan pekerjaan. Bersama anak berarti berbicara dengan anak, bukan berbicara kepada anak. Orangtua pun mendengarkan anak berbicara. Bersamanya, orangtua juga bisa tersenyum, tertawa, menangis, mewarnai, menempel, bercerita, mengacak-acak atau beres-beres kamar, dan lain-lain.

Ketika orangtua banyak meninggalkan anak untuk bekerja, jangan pernah “menebus dosa” dengan menawarkan banyak hal (permainan, kue, hadiah) kepada anak lebih dari yang dia butuhkan. Orangtua bisa menggantinya dengan menatap matanya, mencium keningnya dan do’akan dia dengan penuh kekhusyukan. Jika memungkinkan, biarkan anak mendengarkan apa yang kita do’akan. Bisa juga dengan menanamkan nilai-nilai positif kepada anak melalui cerita, bergantian antara Ayah dan Ibu. Mulailah setiap pagi dengan kemesraan bersama anak. Buat anak sampai tertawa jika kita bertemu dengannya bahkan ketika berinteraksi dengan anak pada saat lelah sekalipun, sungguh orangtua akan merasakan kebahagiaan sejati.

Adakalanya kesibukan orangtua dan anak menjauhkan satu sama lain secara fisik. Ajaklah semua anggota keluarga bekumpul di satu tempat. Peluk anak-anak, buat permainan yang mendorong kedekatan fisik. Sentuhan orangtua bisa menjadi obat mujarab bagi anak. Tepukan ringan, usapan di kepala, rangkulan tiba-tiba, hingga pelukan erat dapat menenangkan anak. Ayah Ibu bisa melakukan pelukan sandwich atau burger terhadap anak. Anak dipeluk kedua orangtua sekaligus, bahagia rasanya. Tidak harus menunggu momen perdamaian setelah ada masalah, dan sudah seharusnya pelukan dan sentuhan ini diberikan gratis. Ketika kedekatan antara anak dan orangtua sudah teranyam dengan baik, maka akan lebih mudah bagi anak untuk memilih orangtua sebagai tempat curahan hatinya.


Orangtua Shalih Menjadi Tempat Curhat

Sebuah riset menyatakan bahwa remaja yang diberi kesempatan berbicara dengan orangtua mereka akan memiliki daya tahan lebih baik terhadap lingkungan negatif. Ternyata curhat, sarana yang begitu sederhana, dapat membekali anak-anak kita dengan ketahanan mental menghadapi pengaruh buruk dunia luar. Namun, hanya anak-anak yang merasa dekat dengan orangtua yang dapat melakukan curhat. Dan hanya orangtua shalih yang dapat menjangkau anak-anak untuk menjadi dekat dengan mereka.

Beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua jika ingin menjadi tempat curhat yang nyaman bagi putra-putrinya, antara lain :

  1. Kenali karakter anak

Sebagian anak dengan mudah bercerita, panjang dan bahkan tanpa jeda, kadang juga tak peduli waktu dan tempat. Sebagian yang lain memiliki hambatan tersendiri, berpikir lama sebelum memutuskan untuk bercerita, tetapi belum mampu merangkai kalimat yang mewakili isi hatinya. Dan ada pula yang terpaksa memendam isi hati akibat pengalaman buruk sebelumnya dengan orangtua, misalnya, dia merasa dipermalukan, dianggap cengeng, tidak ditanggapi serius, atau sama sekali tidak didengarkan. Pendekatan untuk setiap anak akan berbeda. Tapi, berbicara adalah kebutuhan bagi semua orang, termsuk anak-anak yang pendiam sekalipun.



  1. Jangan pernah memaksa anak berbicara

Jika orangtua mendapati anak murung atau sedih karena suatu masalah, tapi belum mau bercerita, tidak apa. Memaksa berbicara hanya akan membuat anak merasa terancam dan “otak reptil”-nya bekerja untuk melindungi diri. Dan pada akhirnya dia akan semakin tertutup. Orangtua cukup mengatakan, “Ibu senang kalau Kakak mau bercerita. Nanti kalau Kakak sudah mau bercerita, Ibu siap mendengarkan.”



  1. Tahan nasihat

Setelah anak curhat dan orangtua mendapati bahwa masalahnya ditimbulkan oleh kelalaian atau kecerobohannya sendiri, sebaiknya tidak terburu-buru menceramahi atau memberikan nasihat-nasihat kepadanya. Biarkan dia bebas mengungkapkan apa yang dia rasakan. Katakan pada anak bahwa kita memahami perasaannya. Tunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh mendengarkan.



  1. Berikan kepercayaan kepada anak untuk mencari solusi bagi masalahnya sendiri

Tentu saja, orangtua boleh membantu, tetapi sebaik-baiknya solusi dalah yang dipikirkan dan diupayakan oleh anak sendiri. Orangtua berperan sebagai fasilitator, “Ibu paham kamu sedih dengan nilai rapormu, kira-kira apa yang bisa kamu lakukan agar nilai kamu meningkat ? Ada tidak yang bisa Ibu bantu dalam hal ini ?”. Dengan demikian, anak-anak dilatih menjadi problem solver, setidaknya untuk diri sendiri, dan anaklah yang memutuskan pada bagian mana orangtuanya dapat membantu.



  1. Batasi anak menonton televisi

Menonton TV secara berlebihan dapat menjadikan anak-anak pasif, hanya menerima, tidak merespon aktif. Dia juga akan lebih banyak diam secara fisik. Padahal, bergerak sangat menstimulasi otak dan kecerdasan anak-anak. Menonton TV tidak membantu otaknya berpikir dan dapat membutanya semakin sulit mengungkapkan pendapat dan perasaan.



  1. Berlatihlah

Seharusnya semakin besar anak, semakin sedikit kita berbicara. Anak-anaklah yang semakin banyak berbicara. Jika kesenangan berbicara sudah mendarah daging, memang akan sulit meredamnya. Tetapi, insyaAllah dengan latihan mendengarkan, kita membantu anak berbicara lebih banyak.



  1. Orangtua boleh mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaannya setelah anak selesai berbicara, dan hanya jika diperlukan

Hal yang perlu diingat oleh orangtua adalah berbicara fokus pada solusi, bukan menyalahkan, mengungkit-ungkit masalah yang sudah lama berlalu atau membanding-bandingkannya dengan kakak atau adiknya.



  1. Gunakan waktu santai anak

Memanfaatkan waktu santai akan lebih efektif karena anak berada dalam keadaan rileks. Anak akan lebih nyaman berbicara dan bahkan mungkin bisa menerima pesan-pesan yang disampaikan orangtua.



  1. Ekspresif

Pakailah bahasa tubuh dan ekspresi, kita bisa tersenyum , tertawa, atau menunjukkan wajah sedih, sesuai dengan apa yang diceritakan anak. Tetapi, tidak perlu berlebihan, terutama ketika orangtua merasa khawatir. Orangtua harus pandai mengendalikan diri sendiri dan tetap menjadi sosok orangtua yang bisa diandalkan.


Kesembilan hal di atas sama sekali tidak merepotkan. Menjadi tempat curhat adalah hal yang sangat sederhana dan tidak memerlukan keterampilan seperti ketika sedang berbicara. Mendorong anak curhat adalah membuat anak mengeluarkan pikiran dan perasaan mereka, bukan perasaan dan pikiran kita sebagai orangtua. Alloh menciptakan 2 telinga dan 1 mulut, sehingga mendengarkan curhat anak seharusnya lebih mudah daripada berbicara kepada anak. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” [Al ‘araf :179]


Maroji’:
Baihaqi, Ihsan. 2013. Yuk, Jadi Orangtua Shalih !. Bandung : Mizania

Panda Family

Di postingan sebelumnya,


saya pernah membahas tentang bambu
nah, kali ini saya akan membahas tentang bambu (lagi ?)
haha..
lebih tepatnya hewan gempal pemakan bambu,
wuhuuu..

entah tepatnya sejak kapan saya mulai jatuh cinta dengan panda
tetapi, bisa jadi semakin ketara setelah nonton film Kungfu Panda
hehe..
menurut pandangan subjektif saya,
Panda adalah hewan bijak, percaya diri, low-profile, dan selalu happy..
waduh, ini deskripsiin panda atau karakter Po ya ?
hihi.. apapun lah..
saya cari filosofi logisnya ga nemu soalnya,
alhasil mengarang indah sendiri..

opini saya merujuk pada slogan anak gizi,
" You are what you eat "
Nah,
Panda kan makan bambu,
berarti panda punya karakter seperti bambu pula
fleksibel tapi kokoh, pantang menyerah, sederhana, spektakuler
ciaaat !

http://www.lapatilla.com/site/wp-content/uploads/2011/05/Kung-Fu-Panda-Wii-011.jpg 
Berhubung juga nih..
pacar saya panggil saya "Bunda" (he.. serasa emak-emak)
biar klop,
saya balas dengan panggilan "Panda" (haha..)
nanti kalau baby bolo-bolo udah lahir
kita panggil "Ananda" (formil banget ya ?)
dan,
jadilah kami Panda Family
yang selalu happy !!!

http://cookiesweet99.files.wordpress.com/2011/01/panda-family-collection-animated.png

Soal menikah dan jawaban tentang jodoh

Berbicara tentang menikah dan jodoh,
keduanya adalah hal misterius.
misterius ?
yap,
meskipun sudah terikat dengan khitbah,
meskipun sudah ketok palu tanggal pernikahan,
meskipun sudah keluar nama calon suami/istri,
meskipun sudah sebar undangan,
meskipun sudah siap a to z acara pernikahan,
apapun masih bisa terjadi sampai akhirnya Alloh benar-benar ridho..

oleh karenanya,
kemisteriusan menikah dan jodoh sampai detik sebelum akad nikah sebaiknya senantiasa dikuatkan dengan do'a, do'a dan do'a.
do'a agar diberi petunjuk dan kemantapan hati atas pilihan kita..
do'a agar diberi kemudahan sampai hari H akad nikah dan resepsi
serta do'a agar senantiasa diberi keberkahan dalam perjalanan rumah tangga kelak..

pengalaman sebelum menikah,
hari-hari rasanya dipenuhi banyak pertanyaan
mau nikah kapan ?
sama siapa ?
orangnya kaya apa ?
nanti gimana ?
bla, bla, bla..
dan semua pertanyaan tersebut satu per satu terjawab seiring dengan berjalannya waktu..
dan lagi,
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat AMAZING
unbelievable,
unpredictable,
skenario Alloh benar-benar mengejutkan,
jauh lebih seru dari nonton sinetron tersanjung berepisode-episode, hehe.
mengejutkan karena jawabannya adalah persis dengan do'a-do'a ga sengaja kita.
maksudnya do'a-do'a ga sengaja adalah ucapan yang asal nyeplos
dan ternyata ucapan tersebut di'amini'..
makanya hati-hati kalau bicara ya.. yang baik-baik aja, hehe..

contoh ni, dulu saya sering nyeplos
"Kalo aku mah pinginnya dapet yang beda 5 tahun." TERKABUL
"Ga mau dapet orang jawa, takut ga bisa ngomong bahasa jawa alus sama mertua." TERKABUL
"Pingin yang hobi travelling dan bisa diving." TERKABUL
"Pingin anak I*B" TERKABUL
"Pingin yang suaranya bindeng kaya orang flu." TERKABUL
.
.
.
.
dan masih banyak lagi ucapan nyeplos lainnya,
yang ternyata diam-diam Allah sudah menyiapkan sosok yang dimaksud dalam do'a
dan menghadiahkannya di waktu yang sangat tepat,
di saat ikhtiar dan tawakal sudah mencapai titik maximum


"Saya terima nikahnya putri Bapak dengan mas kawin tersebut, tunai."
#mypreciousmoment

Kemudian,
apakah yang sudah sah menjadi suami/istri kita adalah jodoh kita ?
saya akan selalu jawab, "IYA".
Kenapa ?
karena keyakinan tersebut akan menguatkan komitmen kita untuk saling menjaga dan mencintai
serta jawaban tersebut adalah do'a
mudah-mudahan berjodoh di dunia dan akhirat kelak.
aamiin..

So,
bagi yang belum menikah..
Yuk, mantapkan pilihan dan kuatkan dengan do'a sosok seperti apa yang kita butuhkan
yang bisa membuat kita selalu bersyukur dan bahagia menapaki manis asam asin pahit kehidupan..
percayalah.. Alloh benar-benar tau siapa orang itu ?
bagi yang sudah menikah..
Yuk, gandeng tangan pasangan dan tatap matanya sembari membluetooth gambar kebahagiaan dunia akhirat penuh hangat..
:)

Sunday, December 8, 2013

Welcome Back

alhamdulillah, jumpa lagi di blog..
terimakasih sudah berkunjung dan berkenan sharing
semoga bermanfaat :)

Saturday, July 21, 2012

Just Shadow


Seperti biasa..
asal jepret, edit atur brightness+contras..


 










akhir-akhir ini lagi interest banget sama barang apapun yang bermotif bambu..
mistis, simple, elegan.
haha, apa sih..
 

penasaran sama filosofi bambu,
akhirnya dapet di sini

1.Sebelum tumbuh akar bambu lebih dulu mengutkan dirinya sendiri, meskipun berakar serabut, pohon bambu tahan terhadap terpaan angin kencang, dengan kelenturannya dia mampu bergoyang bak seorang penari balet, fleksibilitas itu lah bambu. Gerak yang mengikuti arus angin, tetapi tetap kokoh berdiri di tempatnya mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup walau penuh cobaan dan tantangan, namun tidak kaku.

2.Akar Bambu memiliki struktur yang unik karena terkait secara horizontal dan vertikal, sehingga dia tidak mudah ptah dan mampu berdiri kokoh untuk menahan erosi dan tanah longsor di sekitarnya, hikmah yang dapat kita ambil adalah bahwa agar kita mampu berguna baik untuk diri kita sendiri dan orang lain, sehingga akan membuat hidup kita lebih bermakna dan bermanfaat dalam kehidupan kita.

3.Bambu juga dapat di simbolkan sebagai sebuah siklus hidup manusia, contohnya setelah tunas tumbuh lalu keluar lah rebung, ini mengajarkan bagaimana kita perlu proses untuk menjadi lebih baik, dengan kesabaran, ketekunan, kegigihan dalam berusaha itu lah yang akan menjadi pintu kesuksesan seseorang, yah walaupun mungkin standar kesuksesan berbeda setiap orang, tapi itu bisa mengajarkan kita bagaimana cara berproses, hidup bukan sesuatu yang instan tapi dia berproses, tinggal bagaimana kita bisa menjadikan proses ini menjadi lebih berguna bagi kita semua.

4.Kemampuan bambu untuk tumbuh ditempat yang sulit menyebabkan bambu tersebar dalam area yang sangat luas dari kawasan yang terbentang diantara 50 derajad lintang utara dan 47 derajad lintang selatan. Penyebaran yang luas memungkinkan banyak sekali penggunaan bambu untuk tujuan yang berbeda, sumpit di kawasan Asia Timur seperti jepang dan korea, bahan anyaman untuk wadah, perangkap ikan, sampai alat musik dan obor penerangan, ini mengajarkan kita bahwa dimanapun kita berada, dimana bumi dipijak, senantiasa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan sekitar kita, sesulit apapun keadaan, tak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tak ada alasan untuk berlama-lama terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.

5.Dari klasifikasinya, bambu tergolong dalam tanaman rumput. Tapi, bambu adalah rumput spektakuler. Tingginya terentang dari 30 cm sampai 30 meter. Ia sebuah tanaman rumput yang unik. Nah, inilah pelajarannya. Meskipun berlatar tanaman rumput, bambu menjadi beda lantaran karakternya. Kegunaan dan caranya bambu mengekspresikan dirinya menjadikan bambu sebagai rumput yang berbeda. Dalam kehidupan pun, latar belakang kita sebenarnya bukanlah penentu. Tetapi, bagaimana kita berupaya mengekpresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang yang ada. Itulah yang akhirnya, membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa.

 
Wah, Subhanallah yah.. :)

Obral Obrol

 

ngumpul, ngobrol, ngrumpi.
3 kata di atas identik dengan wanita.
ga heran kalo mayoritas penghuni neraka isinya kaum hawa..
kenapa ?
karna 3 aktivitas di atas memang rawan banget nyerempet ghibah, dkk.

musim Ramadhan gini jujur yang paling berat bukan nahan lapar, haus..
tapi, nahan lisan dari cuap-cuap ga' jelas.
yang jelas bukan salah lidah yang ga' bertulang,
tapi..
salah kita sendiri yang ga bisa nge-Rem.

jadi,
kalo mau ngumpul sama temen-temen diinget dulu deh..
tujuan kita ngumpul buat apa sih ?
kalo memang ga ada kepentingan yang jelas,
ya sudah.. lebih baik lakukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat.
" Nanti dibilang sombong dong ??? "
makanya tetep kasih senyum, say 'Hi..', gimana kabar ?, trus pamit baik-baik..


kalo udah terlanjur ngumpul dan terjebak topik gosip gimana ?
nah, itu dia.. 
aktifin terus akal & hati kita,
biar cepet peka..
ketika obrolan memang sudah keluar jalur, segera tancap rem.
sambil santai aja..
"Wah.. kita tadi kayanya lagi bahas lagu balonku ada 5, ko' bisa sampe sandal istrinya tukang balon ya ? Yuk, fokus ke topik awal.."
haha, :D




" Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. " [Al hujurat : 11-12]